Pendampingan dan Pembinaan Metode Facilitating Dalam Merancang Modul Proyek Berbasis Data dengan Memanfaatkan Microsite, Gemini AI dan Format Desain ATOK

Pendampingan dan Pembinaan Metode Facilitating Dalam Merancang Modul Proyek Berbasis Data dengan Memanfaatkan Microsite, Gemini AI dan Format Desain ATOK.

Oleh
Salamuddin
[email protected]

Pendampingan dan pembinaan dengan metode facilitating berhasilmerancang modul proyek berbasis data dengan menggunakan model blok dengan memanfaatkan Microsite, Gemini AI (Artificial Intelegensi) dan format desain ATOK (Adaptif, Terampil, Optimis dan Kreatif). Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) mengangkat tema kearifan lokal yang dijabarkan menjadi 3 topik sesuai dengan kebutuhan (dimensi, elemen, sub-elemen dan target pencapaian akhir fase) serta karakteristik sekolah. Proyek pertama; Makanan Khas Melayu Langkat. Proyek kedua; Permainan Tradisional Melayu Langkat. Kemudian Proyek ketiga; Tari Tradisional Etnis Kabupaten Langkat.

Pada era digital pemanfaatan data menjadi semakin krusial. Rapor pendidikan menyimpan potensi besar meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, menganalisis dan menyusun perencanaan berbasis data menjadi masalah bagi kepala sekolah. Sekolah sasaran pendampingan dan pembinaan merupakan sekolah dengan nilai capaian karakter Profil Pelajar Pancasila perlu ditingkatkan. Rapor Pendidikan 2024 pada sekolah sasaran (SMPS Putra Jaya

Stabat, SMPS  IT Jannatul Firdaus Perlis, SMPS Bangun Mulia Pangkalan Brandan dan SMPN 1 Pangkalan Susu) berada dalam nilai 46,36 – 58,22 (Sedang). Akan tetapi, SMPN 1 Pangkalan Susu nilainya menurun dibandingkan tahun 2023. Melalui observasi dan wawancara diperoleh informasi kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan P-5. Guru belum memahami konsep dan belum mampu merancang modul proyek berbasis data. Hal yang sama juga diperoleh informasi melalui Padlet https://padlet.com/salamuddintanjung50 Hasil asesmen awal melalui Quizizz https://quizizz.com/admin/reports juga menunjukkan pemahaman konsep rata-rata 50,87 (rendah). Merancang modul proyek merupakan tantangan yang kompleks. Namun, kerja sama guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta dukungan berbagai pihak, situasi dan tantangan ini dapat diatasi bila dilakukan secara terencana, terstruktur dan sistematis.

Merancang modul proyek berbasis data dilakukan melalui pendampingan dan pembinaan metode facilitating. Pelaksanaannya memanfaatkan Microsite, Gemini AI dan Format Desain ATOK yang sudah disiapkan di https://s.id/desainatok. Aksi nyata dilakukan secara berkelanjutan yakni 1) pembimbingan dan pelatihan mandiri dan/atau bergabung antarsekolah, 2) pendampingan dan pembinaan kelompok dalam sekolah, 3) pendampingan dan pembinaan individu dalam sekolah, 4) pendampingan dan pembinaan dalam komutas belajar, 5) refleksi  dan, 6) evaluasi.  

Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi (luring maupun daring) menunjukkan bahwa pendampingan dan pembinaan dengan metode facilitating berdampak pada hasil walaupun belum maksimal. Karena itu, perlu pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan dan dievaluasi secara berkala sehingga hasilnya akan lebih baik lagi dan jangkauannya akan lebih luas. Merujuk pada hasil Analisis Statisik Microsite dan hasil Google Form Refleksi Pengunjung https://forms.gle/DTrfqRDgUunth5C47 diperoleh data seperti berikut ini.

  1. Pemahaman konsep P-5 meningkat nilai rata-rata 83,00 (tinggi).
  2. Pengunjung Microsite tanggal 20 – 27 September 2024 sebanyak 913 orang.
  3. Konten Microsite 87,8% meningkatkan pemahaman konsep.
  4. Kepercayaan diri guru meningkat menjadi 87.8% untuk mengimbaskan pemahaman.
  5. Konten Microsite bermanfaat 97.8% bagi guru dan kepala   sekolah.
  6. Format Desain ATOK bermanfaat 100% bagi guru/tim fasilitator.
  7. Microsite, Gemini AI, Format Desain ATOK berdampak positif (ditiru dan dilanjutkan) oleh 77,8% Pengawas Sekolah.
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *