Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Bantuan Artificial Intelligence (AI) dan Basis Data

Pada tanggal 26 September 2024, Komunitas Belajar SMP Negeri 1 Pangkalan Susu (KOMBEL SN1PS) mengadakan sesi berbagi praktik baik dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Bantuan Artificial Intelligence (AI) dan Basis Data.” Acara ini dihadiri oleh pengawas sekolah, Bapak H. Salamuddin, M.Pd, dan Ibu Aslamiah, S.Pd, MM, yang bertindak sebagai narasumber.

Berbagi praktik baik seperti ini sangat penting dilakukan, terutama di kalangan pendidik, karena beberapa alasan. Pertama, praktik ini memungkinkan pendidik saling belajar dan bertukar pengalaman yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Kedua, berbagi pengetahuan membantu mendorong inovasi dalam pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional, sehingga dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Ketiga, dengan saling mendukung, para pendidik dapat mengatasi tantangan dalam implementasi kurikulum dan memastikan bahwa siswa mendapatkan manfaat maksimal dari perubahan yang diterapkan. Inisiatif ini merupakan langkah positif untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung para peserta sesi berbagi praktik baik tampak antusias dan terinspirasi sepanjang acara. Saat sesi dimulai dengan ice breaking oleh Bapak Salamuddin, suasana menjadi lebih santai, mencairkan ketegangan dan membuat peserta merasa lebih terhubung satu sama lain. Mereka dengan penuh semangat mengikuti asesmen awal, yang menjadi momen refleksi penting tentang pemahaman mereka terhadap Kurikulum Merdeka dan teknologi AI.

Ketika materi mengenai implementasi AI dalam kurikulum disampaikan, banyak peserta yang mengaku merasa “terbuka matanya” terhadap potensi besar AI dalam mendukung tugas-tugas mereka sebagai pendidik. Mereka merasa teknologi ini bukan hanya sesuatu yang jauh dari jangkauan, tetapi justru bisa diterapkan dalam keseharian untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Pada sesi kedua yang dibawakan oleh Ibu Aslamiah, para peserta mendapatkan wawasan lebih dalam tentang penggunaan basis data untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka. Mereka merasa mendapatkan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan, dan ini membuat mereka merasa lebih percaya diri dalam menjalankan peran mereka.

Banyak dari peserta merasa bahwa sesi ini bukan hanya menambah pengetahuan baru, tetapi juga membangun rasa kebersamaan di antara para pendidik. Mereka merasakan bahwa berbagi praktik baik bukan sekadar berbagi ilmu, melainkan juga membangun dukungan moral dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan yang ada di lapangan. Bagi beberapa peserta, acara ini juga memunculkan rasa optimisme terhadap masa depan pendidikan, terutama dengan adanya kolaborasi dan penggunaan teknologi canggih seperti AI.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *