FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

Di era Ki Hadjar Dewantara, gema pendidikan membawa cahaya,
Menerangi jiwa, bukan sekadar ajaran, tapi petunjuk jalan.
Lebih dari sekolah, ia membangun kehidupan dalam wadah,
Dimana setiap anak berkembang, belajar menjadi insan.
Pendidikan, tempat persemaian budaya bangsa,
Membangun karakter, mengasah budi, laksana taman asa.
Beliau berdiri teguh, meyakini pendidikan sebagai kunci,
Untuk menciptakan bangsa yang beradab, mandiri, dan bijak hati.
Merdeka dalam berpikir dan bertindak, cita-cita mulia,
Pendidikan sebagai kendaraan, membawa anak-anak ke arah nirwana.
Merdeka lahir dan batin, tujuan pendidikan sejati,
Memuliakan diri sendiri dan sesama, jalan menuju kemerdekaan hati.
Mengutamakan murid, bukan sebagai subjek yang pasif,
Ki Hadjar mengajar kita, pendidikan itu intuitif dan kreatif.
Melalui proses belajar, murid mengasah kemampuan otentik,
Menjadi pribadi yang mandiri, kuat dan ber-karakteristik.
Seperti petani bijaksana, menuntun kodrat tiap anak,
Mengalirkan ilmu seperti air, memberi sinar pengetahuan bak surya di balik awan.
Di kebun pendidikan, setiap biji berpotensi menjadi subur,
Dibawah asuhan tangan-tangan terampil, tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
Anak-anak, seperti bulir jagung di ladang ilmu,
Perlu tanah subur, sinar, dan air, bukan semata kiasan laku.
Pendidik, ‘pamong’ yang arif, menuntun tanpa memaksa,
Mengarahkan pertumbuhan, agar setiap jiwa bebas dan merdeka.
Dalam nafas pendidikan Ki Hadjar, kodrat alam dan zaman berpadu,
Menyesuaikan ajaran dengan kebutuhan masa, mengikuti irama dan lagu.
Mengajarkan kita untuk beradaptasi, menjaga nilai,
Dalam alam pendidikan yang dinamis, kita belajar merajut harmoni.
Budi pekerti, akar kuat dari pendidikan,
Cipta, rasa, karsa, karya, perpaduan tanpa batasan.
Di taman keluarga, karakter mulai terbina,
Menjadi insan beradab, mengukir masa depan Indonesia tercinta.
By Darwinsyah, S.Pd





