Dalam era digital ini, anak-anak cenderung terpaku pada layar gadget dan permainan elektronik. Namun, pentingnya mempertahankan warisan budaya dan tradisi melalui permainan tradisional tidak boleh dilupakan. Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang di laksanakan di triwulan kedua pada SMP NEGERI 1 PANGKALAN SUSU merupakan kesempatan emas untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Lima permainan yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah Galah Panjang, Pecah Piring, Egrang Batok, Congklak dan Lari balok yang masing-masing memiliki nilai edukatif dan kultural yang kaya.







- Galah Panjang: Galah Panjang adalah permainan tradisional yang melibatkan strategi dan kerjasama tim. Permainan ini dimainkan oleh dua tim, di mana satu tim bertugas sebagai penjaga wilayah dan tim lainnya berusaha melewati wilayah tanpa tertangkap. Permainan ini mengajarkan pentingnya strategi, kerja sama tim, serta kelincahan dan kecepatan. Selain itu, Galah Panjang juga melatih keterampilan motorik dan kebugaran fisik siswa.
- Pecah Piring: Pecah Piring adalah permainan yang menantang keberanian dan ketepatan. Dalam permainan ini, seorang pemain harus melempar bola ke arah susunan piring yang diletakkan di tanah. Permainan ini tidak hanya mengasah keberanian dan kepercayaan diri peserta, tetapi juga melatih konsentrasi dan koordinasi mata-tangan. Pecah Piring merupakan perwujudan dari konsep bahwa mencapai suatu target memerlukan fokus dan ketenangan pikiran. Permainan Pecah Piring dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah pemain yang genap, dimana setiap kelompok memiliki tugasnya sendiri – ‘njahat’ sebagai penyerang dan ‘burju’ sebagai pembela. Dinamika permainan ini tidak hanya menguji fisik tetapi juga strategi dan kerjasama tim. Kedua kelompok harus menyusun strategi untuk menyerang dan bertahan, membangun keterampilan berpikir kritis dan kerja sama tim yang kuat. Permainan ini diikat oleh peraturan-peraturan tradisional dan tambahan yang disepakati, menunjukkan fleksibilitas dan adaptasi permainan terhadap kondisi dan jumlah pemain. Peraturan ini tidak hanya menjaga kesportifan tetapi juga menambah dimensi taktis dalam permainan.
- Egrang Batok: Egrang Batok adalah permainan tradisional yang memanfaatkan batok kelapa sebagai alas kaki. Dalam permainan ini, pemain harus berjalan atau bahkan berlari sambil menjaga keseimbangan di atas egrang. Ini bukan hanya soal keseruan, tetapi juga mengasah koordinasi tubuh, keterampilan motorik, fokus, dan konsentrasi. Egrang Batok mengajarkan nilai kebersamaan dan ketekunan, membuatnya lebih dari sekadar hiburan, namun juga pelajaran kehidupan.
- Congklak: congklak adalah permainan tradisional yang populer di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Permainan ini dimainkan menggunakan papan congklak yang memiliki sejumlah lubang kecil dan dua lubang besar di kedua ujungnya. Pemain menggunakan biji congklak, seperti biji kacang atau kerikil kecil, dan tujuannya adalah mengumpulkan sebanyak mungkin biji di lubang besar miliknya. Congklak mengasah keterampilan strategi dan perhitungan, dan biasanya dimainkan oleh dua orang. Permainan ini tidak hanya menghibur tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya.
- Lari balok: Lari balok, sebuah aktivitas olahraga tradisional yang kerap diadakan saat Hari Kemerdekaan Indonesia dan Pekan Kebudayaan Nasional, berasal dari Bandung. Permainan ini menggunakan empat sampai enam balok kayu dan dimainkan di lapangan terbuka. Pemain berlari di atas balok, memindahkannya untuk setiap langkah. Mereka start dengan berjongkok di atas dua balok dan berlari menuju garis finis. Pemain gugur jika menyentuh tanah atau melanggar aturan lainnya. Balapan ini menguji kecepatan dan ketangkasan dalam jarak yang sudah ditentukan.
Kegiatan P5 permainan tradisional ini tidak hanya berhasil sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai alat edukatif yang efektif. Permainan tradisional terbukti dapat meningkatkan keterampilan fisik, mental, dan sosial siswa. Kami merekomendasikan penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkala untuk terus melestarikan warisan budaya dan mempromosikan pembelajaran yang menyenangkan di lingkungan sekolah.




